Kesepian
Semakin kurasakan sepinya hidup ini. Ingin aku berbagi dengan Dia, Ingin rasanya aku memeluk Dia, ingin rasanya aku menikmati hidup berdua dengannya.. Ingin aku membuatnya bahagia .. Ingin rasanya aku melindunginya. tapi rasanya masih jauh hari yang kumaksudkan? kenapa ya?
apakah aku terlalu takut.. terlalu pengecut tuk melangkah ? terlalu terbebani pikiran - pikiran jelek? terlalu su’udzon pada nasib? kenapa rasa itu hanya tertahan di hati dan tengorokanku saja? kenapa aku belum bisa mengatakan isi hatiku yang sebenernya ..
hahaha …. Aku ga tau apa aku terlalau husnudzon untuk di terima? padahal berdasarkan perhitunganku sih sebenernya aku sangat pesimis. tapi aku juga sangat takut kalau pesimisku menjadi kenyataan. mungkin aku masih bisa tertawa di depan orang - orang. tapi bagaimana aku bisa membohongi hatiku? bagaimana hatiku bisa menerima itu sebagai suatu kenyataan?
Dia sudah terlalu jauh berada dalam hatiku .. dia sudah terlalu besar berpengaruh pada hidupku. aku ga tau apakah aku bisa menerima kenyataan itu kelak …..
Semoga saja Engkau selalu mengabulkan pintaku tiap malam, agar aku bisa selalu bersamanya di dunia dan di akhirat kelak. Amiiin
present to: ElKa
Zen
- Uncategorized | Time: 2:02 am (UTC+8)

Elka…..siapakah dia??? Apakah itu diriku…Elka:Lilies Kasir…???
Comment by cupikz — October 3, 2005 @ 3:18 am
Assalamu ‘alaikum wr wb.
Halo mas zen, bagaimana kabarnya. Kuharap baik dan senantiasa menjadi hamba yang disukai Allah. amin.
Sebenarnya mungkin lebih baik apabila diriku tidak mengirim pesan di blog seseorang yang kukagumi ini.
Aku terhenyak sewaktu mengetahui bahwa seseorang menghapus diriku dari daftar temannya. Ada merasakan kehilangan yang seharusnya hal itu tidak boleh terjadi terhadap sesuatu yang bersifat duniawi seperti ini.
Pertama kali aku kenal dirinya sebenarnya aku terkejut menerima reaksi message darinya pertama kali. Entah mengapa aku tergelitik untuk mengetahui seperti apa orang yang mengirim pesan yang membuatku terjaga tersebut.
Hari demi hari, ternyata hal yang aku lakukan itu membuat ada sesuatu yang lain dihatiku, Ya Allah Ya Rabbku, inikah yang namanya penyakit hati ?? mungkin dikarenakan kekosongan jiwa ini sehingga sesuatu pribadi yang mengagumkan dapat segera mengisi relung jiwaku. Aku tak kuasa menafsirkan apakah ini fitrah ? apakah ini ilusi??
Karena sosok sederhana, shaleh, dermawan dan g neko neko memang adalah sosok yang aku impikan selama ini. Sebenarnya memang aku tak kuasa untuk mengatakan kejujuran hatiku, aku takut kehilangan.
Tapi aku malu dengan Allah, malu dengan Allah…….
mengapa hatiku yang merupakan rumahnya sudah aku keruhkan dengan perasaan yang tak pasti.
Kau pasti tak tau, aku sering mengadu padaNya, terhadap rasa yang aneh ini. Hal ini menurut aku adalah sesuatu yang tidak logis, karena aku tau kita belum pernah bertemu.
Aku yakin apabila suatu saat nanti apabila kita ditakdirkan bertemu rasa ini belumlah pasti adanya. Engkau belum tentu merasakan ikatan yang kau yakini sebelumnya. Karena cinta dan jodoh memang adalah suatu rahasia Illahi.
Jujur aja aku gak bisa melawan suratan. Apabila aku mengatakan hatiku saat ini milikmu, belum tentu aku adalah jodohmu. Karena Insya Allah Allahlah yang menjodohkan hamba-hambanya. Aku hanya seorang hamba yang terus berusaha ikhlas untuk mengahdapi sesuatu yang terjadi, termasuk kepergianmu.
Maafkan 2 pesan yahooku kemarin, semua itu dikarenakan diriku yang masih emosional, mengingat bahwa diriku wanita, yang harafiahnya kadar emosionalnya tinggi.
Tapi aku sadar ini semua tidaklah nyata, Zen…. kamu sudah jatuh cinta dengan sebuah foto….. apakah kamu tidak merasakan itu adalah sesuatu yang tidak rasional.
Ketika ku membaca Al Qur’an bahwa jodoh manusia diciptakan menurut jenisya sendiri sehingga kita merasa kecenderungan dan merasa tenteram dengannya. Aku suka bertanya-tanya dengan ayat ini, benarkah kau zen? benarkah?
Kadang-kadang memang ada sesuatu yang aku tak kuasa memikirkannya, karena ini memang adalah suatu suratan. Aku hanyalah hamba yang berusaha melunakkan suratan itu dengan do’a. sungguh…..
Aku sekarang sedang bersiap siap melanjutkan studi zen di yogya juga, dikarenakan aku adalah wanita yang “terbatas” kemampuan dan perasaan sehingga dengan status sarjanaku sekarang aku belum memiliki potensi yang cukup untuk menggapai impianku orang tuaku selama ini.
Aku tak tau bagaimana perasaanmu sekarang padaku, dan aku tak kuasa memikirkannya. Yang jelas terima kasih atas perasaan yang lembut dari seorang “zai burung nuri” yang kukagumi. terima kasih.
Sekarang aku tak tau apa yang harus aku lakukan, tetapi message ini sedikitnya sudah mngurangi kekeruhan hatiku. Maapkan aku sudah mengganggu perasaanmu. Maapkan aku sudah mengganggu rumah Allah dihatimu yang bersih itu zen.
Sekarang aku cuma bisa pasrah dan meyakini bahwa Allahlah yang tau terbaik buatku.
Terima kasih
Iekha oktober 2005
Comment by iekha — October 29, 2005 @ 2:36 am
elka aku bisa ngerti perasaanmu, jangan pesimis gitu dong
jalani aja semua, kemanapun takdir akan membawamu,
tapi tetap usaha dong
semangat ya
Comment by ro — June 24, 2007 @ 7:12 pm
aku cuma monyampein psn untuk reni (fi)
fi kalau kau meninggalkan aku lagi, jujur aku tak akan mencarimu
meski rasa sayang dan cinta ini tak akan pernah berkurang, aku tak akan mengemis lagi, saat itu mungkin aku hanya akan mengenang sesaat kebersamaan kita sebagai moment yang terindah dlm hidupku
hanya saja ingat semua psn2ku, jg dirimu baik2
kenanglah kebersamaan kita yang sesaat dan jadikan pelajaran untuk memahami arti cinta yg sebenarnya
maap syg, aku mencintaimu, tapi aku lelaki, lebih baik aku berkubang kesepian dan menerima kekalahan, dari pada mengemis
aku syg kamu, sekarang dan selamanya, yakin kan hatimu
Comment by ro — June 24, 2007 @ 7:19 pm