May 14, 2006

Reduksi

Sudah lama seseorang berhasil menggantung hatiku, tapi sialnya aku begitu bodoh. sudah tahu kalo dia ga mau, eh masih aja hati ini begitu ingin bersamanya. Dan setelah dia pindah, aku makin PeDe tuk bisa mereduksi namanya. tapi entah kenapa semua itu begitu sulit. Dia membuatku tidak mempunyai pilihan lain.
Sehingga ketika dia hampir tereduksi, bener belum ada yang bisa menggantikannya sebaik dirinya di hatiku. apakah memang dia begitu berharga, i think tidak juga. dia sebenernya sama dengan wanita - wanita lain. bahkan pada beberapa hal dia kalah dari yang lain. tapi kenapa ya? aku juga tak tahu. bahkan usahaku untuk mereduksi dia, nomor HP-nya sampe tak hapus dari Phone book, biar aga ada maksud neko - neko tentunya. tp tetep aja, wong nomor itu dah hapal di luar kepala… hehehe sama ja jadinya.
Akibat yang lain ketika dia tereduksi, aku jadi begitu agresif untuk ekspansi, bahkan tidak pakai hati lagi, mungkin ajaran “teman buaya-ku” yang sekarang sudah laku, ikutan nimbrung di situ. aku malas sebenernya dengan hal itu, bukan aku banget. tapi bagaimana lagi, dia memang bener - bener membuat aku rusak, membuat aku bukan jadi diriku.
mana sekarang sering2 nongol lagi di sekitarku. Sialan banget tuh anak. aku aja dah berusaha, malah dia dengan entengnya nongol - nongol di sini. huh ……

Haruskah ku mati ?? (yo emoh .. :D)

Bagaimana mestinya…
Membuatmu jatuh hati kepadaku
T’lah kutulis kan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kautau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu

Adakah keikhasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku

Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu

Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa ‘tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu
Ku t’lah menantimu hingga akhir masa